Rangkuman Pertemuan 7 Metodologi Riset
Desain Penelitian
u Desain
penelitian merupakan pedoman dalam melakukan proses penelitian diantaranya
dalam menentukan instrumen pengambilan data, penentuan sampel, pengumpulan data
serta analisa data.
Tipe-tipe Desain
Penelitian
u Metode
adalah bagian dari metodologi baik berupa metode, teknik, prosedur, dan
berbagai macam alat (tools), dengan tahap-tahap tertentu dalam suatu
penelitian disebut dengan metodologi.
u Cara
mengkatagorisasikan penelitian bisa dilakukan dengan melihat metode penelitian
ataupun dengan melihat riset desainnya atau ada juga yang membaginya
berdasarkan dikotonomi penelitian dasar dan penelitian aplikatif.
Jenis Desain Penelitian
u Ada
beberapa macam desain penelitian yang bisa kita pilah sesuai dengan penelitian
yang ingin kita lakukan, antara lain :
u Bidang
Sosial : metode correlational, metode, causal comperative, metode
experimental, metode ethnographic,
metode historica research, metode survey dan ada juga action
research.
u Bidang
ilmu teknologi informasi desain penelitian yang paling banyak digunakan adalah
desain eksperimental dan studi kasus (case study).
Riset Eksperimental
u Riset eksperimental merupakan penelitian
yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian serta
adanya kontrol.
u Menggambarkan
riset eksperimental bisa dilakukan pada dua kelompok dimana kelompok satu
disebut kontrol tanpa diberi perlakukan apapun sedangkan pada kelompok ke dua
diberikan perlakuan (treatment).
u Ada
beberapa faktor yang terkait dengan penelitian eksperimental, antara lain:
1. Independent Variable (IV) merupakan
faktor yang bisa dimanipulasi.
2. Dependent Variable (DV) adalah
faktor yang tidak bisa dimanipulasi atau faktor tetap.
3. Experimental Condition (group)
adalah grup atau kelompok yang merupakan manipulasi dari eksperimen.
4. Control condition (group) yang
merupakan kumpulan grup yang tidak termanipulasi
5. Confounding variable misalnya
cuaca, hama, kesuburan lahan tapi tidak diukur namun harus disebutkan inilah
yang disebut dengan batasan penelitian
6. An uncontrolled variable yang
merupakan variable yang diikuti dengan indipendent variable.
Kelemahan Desain Eksperimental
1. kelemahan dari desain
eksperimental. Terkadang asumsi yang digunakan merupakan dari dampak. Asumsi
yang dikenakan dari dampak sebaiknya diungkapkan dalam tulisan.
2. Untuk membangun penelitian
yang bersifat eksperimental usahakan agar ada pembanding antara yang satu
dengan yang lainnya.
CAUSAL – COMPERATIVE
RESEARCH
u Penelitian sebab akibat.
u Dalam menguji penyebab dampak pada
penelitian dapat dilakukan penelitian.
u variable
pada penelitian komperatif tidak bisa dimanipulasi dan tidak bisa diberikan
perlakuan (treatment).
u Penelitian
komperatif lebih terfokus pada dampak atau efek yang terjadi dengan cara
mencari apa yang menjadi penyebab dari dampak tersebut serta melihat perbedaan
yang yang terjadi diantara dua grup atau lebih dan berikan penjelasan terhadap
perbedaan diantara kedua kelompok/grup.
u Misalnya
penelitian yang melihat bahwa
mahasiswa yang rajin mengikuti kuliah / belajar dan mengerjakan tugas akan
mengakibatkan nilai IP yang tinggi.?
u Pengukuran
dua variabel
u Penelitian
ini dilakukan untuk melihat hubungan diantara dua variable.
u Korelasi
tidak menjamin adanya kausaliti (hubungan sebab akibat), tetapi kausaliti
menjamin adanya korelasi.
u Penelitian
yang menggunakan teknik korelasional adalah penelitian yang menyelidiki
hubungan diantara beberapa variabel penelitian. Analisa data yang digunakan
adalah analisa statisyik dengan menggunakan uji regresi dan korelasi.
Survey Research
u Penelitian
survei termasuk ke dalam penelitian yang bersifat kuantitatif untuk meneliti
perilaku suatu individu atau kelompok.
u Pada
umumnya penelitian survei menggunakan kuesioner sebagai alat pengambil data dicampur dengan wawancara
u Penelitian
survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan
menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.
u Dalam
penelitian survei diperlukan jumlah populasi yang cukup besar jika penelitinya
menginginkan hasil yang mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
u Metode
survei ini sangat popular dan banyak digunakan dalam penelitian sosial dan
bisnis karena cepat dan mudah untuk dilaksanakan.
KUESIONER
u Kuesioner
ini nantinya akan disebarkan kepada responden atau objek yang menjadi pusat
penelitian.
u sebaiknya
kuesioner diujicobakan terlebih dahulu kepada sejumlah kecil responden.
u Hal
ini berguna untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dari alat ukur yang
dimaksud.
u bisa
digunakan untuk mengetahui kemungkinan diterima atau ditolaknya hipotesis yang
telah dirumuskan
Jika ternyata dalam uji coba kuesioner ini terdapat banyak kesalahan, maka peneliti bisa mengubah atau menyempurnakannya.
Jika ternyata dalam uji coba kuesioner ini terdapat banyak kesalahan, maka peneliti bisa mengubah atau menyempurnakannya.
Penelitian survei dapat digunakan
untuk maksud :
1. Penjajangan
(eksploratif),
2. Deskriptif,
3. Penjelasan (explanatory atau
confirmatory), yakni untuk menjelaskan hubungan kausal dan pengujian hipotesa;
4. Evaluasi,
5. Prediksi
atau meramalkan kejadian tertentu di masa yang akan datang,
6. Penelitian
operasional, dan
7. Pengembangan
indikator-indikator social
PEMILIHAN SAMPEL
u Research
sampling atau study sampling berguna untuk mencari dan meneliti
sebagian kecil dari obyek, situasi atau periswa.
u Sebagian
individu yang diselidiki dalam penelitian tersebut disebut sampel atau contoh,
sedangkan semua individu yang diperoleh dari sampling tersebut disebut
dengan populasi.
u Populasi
adalah sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai
karakteristik tertentu.
u Anggota
Populasi disebut elemen populasi.
u Penentuan
populasi berbeda dengan unit analisis.
u Unit
analisis bisa pada tingkat individual, kelompok atau organisasi. Jika unit
analisis adalah individual, maka populasi data akan menentukan siapa dan berapa
individu yang akan diteliti.
HISTORICAL RESEARCH
u Sejarah
adalah pengetahuan yang tepat terhadap apa yang telah terjadi. Sejarah adalah
deskripsi yang terpadu dari keadaan-keadaan atau fakta-fakta masa lampau yang di
tulis berdasarkan penelitian serta studi yang kritis untuk mencari kebenaran.
u Bertujuan memperoleh pengetahuan
khusus tentang sejarah, dalam bentuk rekunstruksi masa lampau yang sistematis
dan obyektif. Studi kesejarahan bukan berarti penelitian tentang raja-raja
belaka, melainkan juga tentang kehidupan masyarakat , organisasi-organisasi
tertentu dsb.
u Pengerjaannya: eksporatif mendalam (grounded) dalam rangkaian waktu.
CIRI –CIRI HISTORICAL
RESEARCH
BEBERAPA CIRI KHAS
METODE SEJARAH MENURUT NAZIR (2005 : 48-49) ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
- Banyak
menggantungkan diri pada data yang di amati orang lain di masa-masa lampau- Bergantung
pada data primer(sumber yang waktu pembuatannya tidak jauh dari waktu
peristiwa terjadi) dibandingkan data sekunder (sumber yang waktu
pembuatannya jauh dari waktu terjadinya peristiwa)- Mencari
data secara lebih tuntas serta menggali informasi tua yang tidak
diterbitkan ataupun tidak di kutip pada bahan acuan standar- Sumber
data harus dinyatakan secara definitif, baik nama pengarang, tempat dan
waktu. Fakta harus dibenarkan sekurang-kurangnya dua saksi yang tidak
pernah berhubungan
ACTION
RESEARCH
u penelitian yang berfokus langsung
pada tindakan sosial dan bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Penelitian
tindakan adalah cara melakukan masalah pada saat yang bersamaan.
u Penelitian tindakan ini merupakan
metode yang didasarkan pada tindakan masyarakat yang seringkali diselenggarakan
pada suatu latar yang luas, seperti di rumah sakit, pabrik, sekolah, dan lain
sebagainya.
ETHNOGRAPHIC
RESEARCH
u Penelitian yang memfokuskan diri
pada budaya dari sekelompok orang.
u Umumnya penelitian etnogarhi
meneliti tentang budaya secara umum.
u Penelitian ethographic hampir sama
dengan action riset.
u Penelitian ini lebih terfokus pada
organisasi yang mendefenisikan grup of people.
u Misalnya kajian tentang pembagian
irigasi di bali (subak). Masyarakatnya berkumpul untuk pembagian air ke sawah.
CASE
STUDIES RESEARCH
u Studi kasus merupakan penelitian
yang memusatkan perhatian pada suatu kasus tertentu dengan menggunakan individu
atau kelompok sebagai bahan studinya.
u Penggunaan penelitian studi kasus
ini biasanya difokuskan untuk menggali dan mengumpulkan data yang lebih dalam
terhadap obyek yang diteliti untuk dapat menjawab permasalahan yang sedang
terjadi.
u Sehingga bisa dikatakan bahwa
penelitian bersifat deskriptif dan eksploratif.
u Penelitian case study (studi kasus)
berbeda dengan penelitian survei.
u Pada penelitian survei jumlah
sampelnya cukup luas sedangkan pada case study jumlah sampel yang diambil
sangat sedikit atau hanya beberapa orang saja.
u Namun persamaan diantara penelitian
survei dan studi kasus adalah keduanya sama-sama menggali fenomena.
Komentar
Posting Komentar